Menulis dan Berdiskusi: Ketika Kata-Kata Menjadi Ruang untuk Pulih

Pada 21 Juni 2026, Bumi Setara berkolaborasi dengan Vinyl Book Club dan Aksaraya menggelar acara bertajuk “Menulis dan Berdiskusi”, sebuah rangkaian kegiatan yang memadukan workshop menulis dan diskusi buku (book talks) dalam satu hari penuh makna. Acara ini menjadi ruang bertemu bagi siapa saja yang ingin belajar menulis sebagai proses mengenali diri, sekaligus berdialog lebih dalam tentang karya-karya yang lahir dari pengalaman hidup nyata.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang mulai dari penulis pemula, penikmat buku, hingga mereka yang datang karena ingin mencari ruang aman untuk bercerita. Acara dibagi menjadi dua sesi utama: sesi workshop menulis dan sesi diskusi buku.

Sesi Pertama: Menulis sebagai Ruang Mengenali dan Merawat Diri

Sesi pembuka diisi dengan workshop menulis yang dibawakan oleh perwakilan dari Bumi Setara, salah satu penulis yang turut berkontribusi dalam buku Meramu Awakutu. Dalam sesi ini, peserta tidak sekadar diajak untuk belajar teknik menulis, tetapi lebih jauh diajak memahami menulis sebagai sebuah proses batin cara untuk mengenali, memahami, dan pada akhirnya merawat diri sendiri.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah bahwa menulis tentang pengalaman pribadi, terutama pengalaman yang berat atau menyakitkan, sebaiknya dilakukan ketika seseorang sudah berada dalam kondisi yang cukup tenang dan legawa untuk menceritakannya. Menulis bukan tentang terburu-buru menuangkan luka ke atas kertas, melainkan tentang kesiapan hati untuk melihat kembali apa yang telah dilalui, lalu memilih dengan sadar apa yang ingin dibagikan melalui tulisan.

Pendekatan ini membuat workshop terasa berbeda dari kelas menulis kreatif pada umumnya. Alih-alih hanya berfokus pada struktur atau gaya bahasa, peserta diajak untuk terlebih dahulu berdamai dengan cerita mereka sendiri menjadikan proses menulis sebagai bagian dari perjalanan pemulihan, bukan sekadar hasil akhir berupa tulisan yang rapi. Suasana workshop berlangsung hangat dan reflektif, dengan banyak peserta yang aktif berbagi pengalaman dan pertanyaan seputar proses kreatif mereka masing-masing.

Sesi Kedua: Diskusi Buku yang Interaktif dan Terbuka untuk Semua

Memasuki sesi kedua, acara berlanjut dengan diskusi buku yang membahas dua judul buku, salah satunya adalah Meramu Awakutu, buku yang juga menjadi rujukan pada sesi workshop sebelumnya. Diskusi ini dirancang terbuka untuk umum dari semua kalangan, tanpa batasan latar belakang atau pengalaman menulis, sehingga siapa pun dapat ikut berpartisipasi dan menyampaikan pandangannya.

Diskusi menghadirkan langsung penulis buku bersama pembedah buku, menciptakan dialog dua arah yang hidup antara perspektif penulis dan pembacaan kritis dari pembedah. Format ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga turut bertanya, menanggapi, dan berbagi sudut pandang mereka sendiri terhadap isi buku yang dibahas.

Suasana diskusi berlangsung sangat interaktif. Alih-alih menjadi sesi presentasi satu arah, forum ini lebih menyerupai perbincangan santai namun substantif, di mana batas antara pembicara dan audiens menjadi cair. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tidak hanya seputar isi buku, tetapi juga menyentuh proses kreatif di baliknya, termasuk bagaimana pengalaman personal dapat diolah menjadi karya yang bermakna bagi banyak orang.

Menulis, Membaca, dan Membangun Ruang Bersama

Kolaborasi antara Bumi Setara, Vinyl Book Club, dan Aksaraya dalam acara ini menegaskan satu hal penting: menulis dan membaca bukan sekadar aktivitas individual, melainkan juga dapat menjadi jembatan untuk membangun ruang bersama yang saling menguatkan. Melalui workshop menulis, peserta diajak untuk mengenali diri lebih dalam. Melalui diskusi buku, peserta diajak untuk mendengar dan memahami perspektif orang lain.

Kombinasi kedua sesi ini menghasilkan pengalaman yang utuh dari proses personal menulis hingga proses kolektif berdiskusi dan menjadi bukti bahwa ruang-ruang literasi seperti ini masih sangat dibutuhkan, khususnya sebagai tempat aman bagi siapa saja yang ingin belajar bercerita, berbagi, dan berproses bersama.

Bumi Setara berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang, sehingga semakin banyak pula ruang aman tercipta bagi mereka yang ingin menulis, membaca, dan berdiskusi sebagai bagian dari perjalanan mengenali dan merawat diri.

Share :